Perbedaan Post dan Page Pada Blog WordPress


WordPress membedakan tulisan/artikel menjadi dua ketegori, yaitu post dan pages. Saat ingin menuliskan sesuatu untruk ditampilkan pada blog, kita dapat memilih salah satu dari kedua pilihan yang disediakan tersebut sesuai dengan tujuan tulisan, karena keduanya memiliki fungsi yang berbeda dan akan berbeda pula “perlakuannya” dalam tampilan blog kita.

post-pages-pada-dashboard

Sebuah post secara umum dapat dikatakan adalah tulisan yang ditampilkan menurut urutan waktu. Setting default pada WordPress ataupun blogging platform lain secara otomatis akan menampilkan posts pada halaman muka blog (index page) dengan konfigurasi post terbaru berada pada posisi paling utama atau paling atas. Begitu kita menuliskan posting yang lebih baru maka secara otomatis post sebelumnya akan tergeser kedudukannya ke posisi lebih bawah. Jika kita menganalogikan blog seperti buku harian, maka post adalah tulisan-tulisan curhat kita yang akan tentunya urut berdasarkan tanggal penulisan (meskipun pada buku harian harian biasanya tulisan yang paling baru berada pada halaman yang lebih belakang).

Berbeda dengan post yang secara otomatis muncul pada halaman index, sebuah halaman page tidak akan muncul sebelum kita memanggilnya (sayangnya pada blog bagaswaras.co.cc ini tidak ada sebuah page). Jika kita menulis sebuah page, kita dapat memunculkan judul dari tulisan tersebut pada sidebar dengan mengaktifkan pages widget (dari dashboard, pilih menu Appearance, cari sub menu Widgets. Pada pilihan widget yang ingin ditampilkan pada sidebar, Pages Widget biasanya berada di urutan teratas). Sebuah page merupakan “static page” atau halaman statis yang tidak dikelompokkan berdasarkan waktu penulisan. Bila kita menuliskan banyak pages, kita dapat mengelompokkannya menjadi kategori-kategori yang dapat dibagi-bagi lagi menjadi kategori induk dan kategori anakan.

Adanya kedua jenis tulisan ini menjadikan WordPress sebagai sebuah blogging paltform dapat diperluas penggunaannya untuk berbagai macam fungsi. Jika kita ingin membuat sebuah blog “normal” , maka sewajarnya kebanyakan artikel kita tulis dalam jenis post, dimana setiap update terbaru akan selalu ditampilkan pada halaman utama dan pada urutan teratas.

Namun dengan adanya jenis tulisan yang berupa page, maka Wordpres juga dapat dimanfaatkan untuk membuat sebuah website formal, misalnya situs resmi perusahaan ataupun situs yang digunakan untuk jualan (memasarkan produk atu barang tertentu). Situs-situs semacam ini tentunya umumnya menggunakan banyak static page dimana salah satunya merupakan halaman depan (halaman utama) yang tidak berubah-ubah tampilannya (static). Dari halaman depan barulah kita diarahkan mengunjungi halaman-halaman lainnya yang memberikan informasi lebih detail tentang produk-produk yang ditawarkan.

Comments are closed.

%d bloggers like this: